TGH Abdul Lathif HR: Umat Islam Paling Memungkinkan untuk Bersatu

TGH Abdul Lathief, HR, S. Ag

Lombok Timur — Pimpinan Pondok Pesantren Al-Aqsho Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, TGH Abdul Lathif HR, S.Ag., menyampaikan pandangannya terkait pentingnya persatuan umat Islam dalam keberagaman. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Dakwah Kabupaten Lombok Timur, beliau menegaskan bahwa umat Islam memiliki fondasi yang sangat kuat untuk bersatu.

“Yang paling memungkinkan untuk bersatu itu kita, umat Islam,” ujar TGH Abdul Lathif. “Karena Tuhan yang kita sembah sama, yaitu Allah SWT. Kitab suci kita juga sama, yaitu Al-Qur’anul Karim. Kiblat kita satu, gerakan dan bacaan salat kita pun serupa.”

Namun demikian, beliau mengakui bahwa dalam perjalanan kehidupan, Allah SWT telah mentakdirkan manusia dalam beragam bentuk—warna kulit, suku bangsa, bahasa, kelompok, bahkan cara pandang dalam memahami agama.

TGH Abdul Lathif mengutip firman Allah dalam Surah Al-Hujurat ayat 13 yang menegaskan bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal. “Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa,” ucapnya menegaskan makna ayat tersebut.

Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak merasa lebih baik satu sama lain. “Allah lebih tahu siapa yang paling bertakwa. Maka jangan merasa paling bersih, paling benar. Tugas kita adalah saling menghargai,” imbuhnya.

Menurut beliau, perbedaan kelompok, golongan, organisasi, bahkan perbedaan dalam memahami syariat Allah, merupakan keniscayaan. Namun, perpecahan tidak boleh terjadi. Oleh karena itu, TGH Abdul Lathif mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan silaturahim, saling menghargai, dan tasamuh (toleransi dalam perbedaan) sebagai perekat ukhuwah Islamiyah.

“Mudah-mudahan dengan semangat persatuan, kita menjadi bangsa yang kuat dan umat yang kokoh menuju cita-cita yang diridhai oleh Allah SWT,” pungkasnya.

Suara : TGH Abdul Lathief, HR, S. Ag

Bagikan :