Yayasan Suara Qur’an Indonesia Sampaikan Duka Mendalam atas Musibah Banjir dan Longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Ust DR(C) Syafparuddin, M. Pd. I (Ketua Yayasan Suara Quran Indonesia)

Yayasan Suara Qur’an Indonesia (YSQI) menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas musibah banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat, menelan banyak korban jiwa, merusak pemukiman, serta memaksa ribuan orang mengungsi. Hingga laporan terakhir yang diterima melalui sumber resmi, jumlah korban meninggal dunia telah melampaui 170 jiwa, sementara puluhan orang masih dinyatakan hilang. Petugas gabungan dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, relawan SAR, dan masyarakat terus berupaya melakukan pencarian meskipun terkendala kondisi medan yang berat, akses jalan yang terputus, serta cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.

Pemerintah pusat telah menetapkan status darurat di sejumlah titik terdampak dan mengerahkan langkah-langkah cepat untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Pembukaan posko darurat dilakukan di berbagai lokasi untuk menampung warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat ancaman longsor dan banjir susulan. Selain itu, dapur umum, layanan kesehatan darurat, serta distribusi logistik telah mulai berjalan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilaporkan telah diterapkan sebagai salah satu upaya teknis untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah rawan.

Di tengah kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan lanjutan terkait potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Curah hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, serta potensi banjir bandang masih mungkin terjadi di beberapa daerah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mematuhi instruksi dari pemerintah daerah maupun tim lapangan untuk menghindari risiko lebih besar.

Ketua Umum Yayasan Suara Qur’an Indonesia, Ustadz DR (C) Syafparudin, M.Pd.I, yang juga merupakan anggota MUI DKI Jakarta, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas tragedi ini. Dalam pernyataan resminya, beliau berkata, “Kami atas nama keluarga besar Yayasan Suara Qur’an Indonesia turut berduka sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah menerima para korban sebagai syuhada, mengangkat derajat mereka, dan memberikan kesabaran yang luas bagi keluarga yang ditinggalkan.”

Beliau juga menambahkan bahwa musibah ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat solidaritas kemanusiaan. “Kami mengajak seluruh umat Islam dan masyarakat Indonesia untuk bahu-membahu memberikan bantuan terbaik. Ujian ini mengajarkan kepada kita bahwa persaudaraan sejati tampak ketika kita bergerak bersama untuk membantu sesama. Setiap bantuan, sekecil apa pun, sangat berarti bagi saudara kita yang tengah berjuang memulihkan kehidupan mereka,” ujar beliau.

Yayasan Suara Qur’an Indonesia dalam waktu dekat akan membuka program khusus untuk penggalangan bantuan bagi korban bencana di tiga provinsi tersebut. Bantuan yang dihimpun nantinya akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pengungsi, bantuan medis, serta dukungan rehabilitasi pasca-bencana agar masyarakat dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan secara normal. Tim dari YSQI juga tengah berkoordinasi dengan sejumlah relawan lokal untuk memastikan penyaluran bantuan menjadi tepat sasaran dan efektif.

Musibah yang menimpa Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara bukan hanya duka bagi daerah tersebut, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam suasana yang penuh keprihatinan ini, Yayasan Suara Qur’an Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendoakan para korban, memperkuat empati, dan mengambil peran nyata dalam meringankan beban saudara-saudara yang terdampak. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga Indonesia dari bencana susulan, memberikan ketabahan bagi para penyintas, dan mempercepat proses pemulihan di wilayah-wilayah terdampak.

Yayasan Suara Qur’an Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk berada di tengah masyarakat, mengabdi untuk umat, serta bergerak aktif dalam upaya kemanusiaan. Semoga solidaritas dan kepedulian ini menjadi amal jariyah bagi kita semua.

Bagikan :