MUI Gelar Halaqoh Dakwah : Revitalisasi Dakwah Kebangsaan Dan Anti Hoax

Dalam rangka memperingati Milad ke-50, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Dakwah menggelar Halaqoh Dakwah Nasional dengan tema “Revitalisasi Dakwah Kebangsaan & Anti Hoaks”. Acara ini digelar di Gedung Buya Hamka, Kantor MUI Pusat, dan dihadiri oleh para tokoh nasional, ulama, akademisi, serta para dai dari berbagai daerah.
Halaqoh ini tidak sekadar menjadi momen seremonial, melainkan menjadi ajang konsolidasi pemikiran strategis untuk menghadapi tantangan dakwah di era digital, khususnya dalam melawan hoaks dan memperkuat narasi kebangsaan.
Dalam sambutannya, Dr. KH. M. Cholil Nafis, Lc., MA., Ketua MUI Bidang Dakwah, menekankan pentingnya menghindari politisasi dakwah yang dapat memecah belah umat. “Dakwah hari ini harus kembali ke esensinya, yakni membimbing umat dalam nilai-nilai kebenaran, bukan menjadi alat konflik. Kita bukan hanya berkewajiban menyampaikan kebaikan, tetapi juga bertanggung jawab menjaga keutuhan bangsa,” ujarnya tegas.
Acara ini juga menghadirkan narasumber lain seperti Dr. KH. Ahmad Zubaidi, MA. (Ketua Komisi Dakwah MUI), Dr. KH. Arif Fahrudin, MA. (Wasekjen MUI), Rijal Nova Mujahid (analis senior Drone Emprit), dan Dr. Canra Krsinajaya, MA. Hum. (Sekretaris Komisi Dakwah MUI), yang secara khusus membahas tantangan penyebaran informasi digital, maraknya hoaks, dan strategi dakwah yang kontekstual di era teknologi.

Menariknya, acara ini juga dihadiri oleh Pembina Yayasan Suara Qur’an Indonesia, Ust. Sahlan Rafiqi, dan Ketua Yayasan, DR (C) Syafparudin,M.Pd.I . Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan konkret terhadap semangat dakwah kebangsaan dan komitmen memerangi hoaks melalui jalur pendidikan Qur’ani dan dakwah berbasis komunitas.
“Hoaks bukan hanya merusak informasi, tetapi juga menghancurkan persatuan. Maka sudah saatnya para dai dan penggiat dakwah mengambil peran aktif dalam meluruskan narasi publik dengan cara yang santun dan berbasis ilmu,” ujar Ust. Sahlan Rafiqi di sela-sela acara.
Yayasan Suara Qur’an Indonesia sendiri selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial-keagamaan, termasuk membina Rumah Qur’an dan mendukung dakwah di daerah terpencil. Keterlibatan mereka dalam halaqoh ini menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu strategis kebangsaan dan pentingnya memperkuat sinergi antar lembaga dakwah.
Acara ditutup dengan seruan bersama untuk menguatkan dakwah yang merangkul, mencerahkan, dan menjauhkan umat dari fitnah serta provokasi dunia maya.
